LEBIH DARI SINGGAH
Sudah lama sekali rasanya tidak menulis, terakhir bulan ke Delapan tahun lalu. Kaku, karena memang jarang di asah seperti dulu.
Mungkin karena tahun lalu banyak hal yang membuat diri antusias untuk bercerita. Seharusnya tahun ini pun juga demikian, ya. Karena tahun ini adalah tahun yang lebih "istimewa" untuk sebahagian orang yang ikhlas menerima.
Tahun yang penuh perjuangan sungguh didalamnya, perihnya kehilangan orang-orang terkasih akibat Covid-19, hilangnya ribuan lapangan pekerjaan, juga kesulitan para pelajar menerima pendidikan dengan maksimal.
Tapi untuk apapun yang sudah terjadi, pada akhirnya yang menerima akan terdewasakan, yang masih terlarut dengan keadaan akan semakin tertinggal.
Kalaulah kita lihat bagaimana pembelajaran yang bisa kita ambil dari seluruh hal tahun ini, kita akan tercengang, takjub mengetahui bahwa nikmat-Nya sungguh besar tiada banding.
Kalaulah kita hanya mampu menggerutu dan mengutuk atas hal yang telah terjadi, sepertinya terlalu egois dan sayang sekali. Sebab, banyak masalah yang jauh lebih besar diluarsana dan ditanggung oleh "manusia" yang sama seperti kita, namun memilih terus bergerak. Bukan karena tidak kecewa, tapi untuk menolong rasa kecewa dirinya dengan cara melakukan hal-hal yang lebih baik.
Tahun yang singkat, seperti hanya singgah. Padahal, sejatinya seluruh kehidupan di dunia juga hanyalah "singgah", ya kan. Tidak ada yang benar-benar abadi di dunia.
Aku juga sebenarnya berusaha untuk terus berfikir yang baik-baik, melihat sisi kelam dengan hikmah sesudahnya, pernah marah pada keadaan, tapi sepertinya tidak merubah apapun. Hanya kita yang bisa merubah diri kita, kan?
Pernah kecewa dan berhenti, seperti orang yang patah hati, tapi melihat mereka yang lebih perih namun terus bergerak walaupun tertatih, aku iri.
Bagaiman ini bisa terjadi?
Pada akhirnya memilih untuk kembali menghadapi. Karena ada harapan terbaik dikemudian hari, tentang masa depan yang harus di raih, ada cinta yang sedang dinanti, juga ada orang tua yang harus bahagia di hari tua nanti.
Benar sulit, menjaga emosi dan terus beri pengertian kepada diri untuk tidak lari. Melawan malas dan kesia-siaan saat sendiri, menahan rindu kepada banyak orang yang ingin temui, menunggu hari untuk rangkaian moment terbaik tercipta lagi adalah ragam rasa yang membersamai diri di tahun 2020 ini.
Terima kasih,
Tahun yang singkat, lebih dari singgah.
Istimewa, penuh kisah, penuh hikmah.

Masyaallah sukak akak:)
BalasHapusLuff dik☺️
Hapus