Dedikasi Rasa, Prosa Pada Tulisan yang tak Seberapa

Entah bagaimana ceritanya semuanya terbuat seperti seadanya. Tidak direncana, dan mengalir seperti biasanya. Terimakasih "Aku" telah mewakili tentang bagaimana resah hati. Setidaknya bukan sekedar cipta yang tak seberapa, tapi tentang bagaimana Aku yang perlahan mampu mengekspresikan rasa melalui karya.

Dedikasi rasa, sejak Januari 2019 lalu.
________________________

Akan Ada Masa
Oleh: Ulfadilah

Benar, akan ada masa ketika namamu terdengar hatiku taklagi bergetar
Akan ada masa ketika tawamu terniang rasaku berlalu menghilang
Akan ada masa ketika senyummu terlintas relungku tak perduli sebab telah mengeras
Pun benar, akan ada masa ketika rinduku untukmu menggerutu itu taklagi menggangguku

Akan ada masa.

________________________

Yang Bernamakan Rasa
Oleh: Ulfadilah

Senyumku selalu lebar tak berjarak saat menuliskan sajak untuk mu
Selalu mengulang setiap bacaan tanpa pernah ada rasa bosan
Menghobikan hal menduplikat tulisan agar bisa ku jadikan angan

Kau harus tau bahwa kau teramat berarti, bahkan intan pun kalah arti

Tiada yang tahu bahwa setiap senyummu terekam jelas dalam indra
Tiada yang tahu bahwa setiap katamu meresap indah dalam sukma
Tiada yang tahu bahwa kau terus menjadi pilihan dalam setiap do'a

Padahal, sejatinya Aku tak berhak untuk mendikte Tuhan, tuan
Seperti seolah Aku tahu bahwa kau adalah tempat terbaik untuk menjadi sebuah pelabuhan
Seperti seolah aku paham bahwa kau adalah wahana terindah sarang sebuah kenyamanan

Padahal, Akulah yang paling buta akan cinta
Akulah yang paling awam tentang rasa yang bersemayam
Bahkan Akulah yang paling kaku akan semua yang berbau tentangmu

Bahkan kini. Aku taktau dititik mana sajak ini kelak kuusaikan
Sampai aku taktau sudut mana lisan ini akan ku sudahkan
Sampai aku lupa, bahwa aku hanya pemain yang ditunggalkan oleh sebuah yang bernamakan rasa.

Mirisnya, dasar Aku.

________________________

Kujanjikan Senyumku Takkan Sirna
Oleh: Ulfadilah

Aku kira cerita mu fakta
Aku kita kisahmu sungguh
Aku kira tentang kita akan nyata
ternyata hanya ternyata
Mulai sekarang tidak akan pernah ada yang tercipta

Narasi sepanjang mungkin percuma saja
Khayalan seindah apapaun juga tiada gunanya
mulai detik ini kau bagiku semu
Selamanya akan begitu

Bukan, tiada maksud apapun
dan Aku baik baik saja
Sebab sebelum padamu pun aku pernah tersenyum

Hanya saja, setelah ada kau senyumku terasa lebih sumringah
Dan, kini pun masih sama

Entah bahagia atau duka
Entah sebab mu atau bukan
Kujanjikn senyum ku takan pernah sirna

Tidak ada yang salah
Setiap kita punya garis jalan yang berbeda
Hanya saja aku yang terlalu dini campakkan hati
Tanpa perduli bagaimana resikonya nanti

Kini ragaku lebih tenang, takkan lagi menghawatirkan mu untuk siapa
Kini kau hanya sebatas bayang, angan yang akan kerap terkenang
Untuk dimasalalu, untuk dicerita yang lalu.

________________________

Pejuang
Oleh: Ulfadilah

Hai.
Dengarkan sajak ini dari aku yang senang melihat muda berjuang
Meski keluhmu tak didengar orang
Bahkan peluhmu tak dilihat orang
Biarlah
Karna sebahagian manusia hanya ingin tahu
tapi tidak kepada keperdulian yang bersungguh

Mungkin jejakmu teramat kau hargai
Sebab kau tahu
Bagaimana kerasnya perjuangan diri
Mungkin tapakmu teramat kau sedihi
Sebab kau tahu
Bagaimana perihnya berjuang sendiri

Kawan kukatakan sekarang
Berhentilah menghiraukan mereka yang tak senang
Kau tak sendiri masih ada Tuhan yang Sayang
Sebab juangmu demi dirimu yang gemilang
bukan untuk mereka yang cuman pandai bilang

Yang ku ingin kan kini
Mari Berikan yang terbaik untuk diri
Buat mereka yang tertawa menjadi iri
Tunjukan kepada mereka jati diri
Bahwa kau mampu bangkit untuk berdiri diatas kakimu sendiri.

________________________

Kamu & Rindu
Oleh: Ulfadilah

Seperti angin yang tak tergambar bagaimana wujudnya
Seperti ombak yang tak memberi kabar kapan ia akan datang
Seperti pasir yang taksabar berjatuhan ketika tergenggam
Memberikan arti yang sulit ku analisa dengan benar
Memberikan isyarat yang sukar ku mengerti maksudnya

Kau unik, hingga aku tertarik.
Mungkin sekilas, hari yang lalu berlalu
Tapi kenangan takhilang semudah angin yang lewat
segala tentangmu masih bermain riang di relung fikir pun rasaku

Dan Aku rindu,
Selalu rindu tanpa tahu cara mengobatinya
Sejenak menatapmu malah membuatku kian sendu
Rasa seperti ini mungkin aku yang hanya merasa
Tapi aku tahu, Kau pasti tahu.

________________________

Senja
Oleh : Ulfadilah

Kuning Kemerah-merahan yang menjadi identitasnya
Indah kupandang,
Penawar lelah di panjangnya hari yang kulalui
Penenang asah dikala resah
Kaupun begitu
Bedanya hanya kau sedikit sejuk
Rasamu takmampu ku baca dengan benar
Sikapmu takmampu ku tebak dengan tepat
Tapi tetap saja,
Kau lebih kusukai dari pada sang senja yang menarik hati
Entah bagaimana ceritanya
Semua berjalan begitu saja
Berlalu dengan perlahan yang menyakitkan
Hangatmu yang tak kunjung terasa
Berlalu pergi dengan banyak tapak jejak
Membekas dan sukar menghilang
Kamu,
Seperti Itulah Kamu.

________________________

Semoga, yang membaca tak ralut. Hingga menjadikan wajahmu mangut bahkan cemberut.
Aku hanya ingin berbagi cerita, bahwa cinta terlalu sempit untuk dijadikan alasan bahagia.
Semoga beruntung!
Salam Aku:)

Komentar