Tapak Resolusi 2018, Apakah Tercapai?

Resolusi seperti pengharapan atau tujuan tentang apa yang akan di fokuskan dalam perjalanan hidup kedepan. Umunya pada pergantian tahun resolusi gencar di ciptakan oleh mayoritas insan di seluruh dunia. Pun termaksud Aku.
Sudah satu tahun yang lalu, dengan bulan yang sama seperti saat ini, bedanya hanya tahun yang terus berganti dengan cepat. Januari 2018, aku menciptakan 4 resolusi besar.

Resolusiku mungkin sama dengan resolusimu (pembaca) kala itu. Aku masih dalam zona putih abu-abu yang akan mengahadapi medan perang tentang sebuah kelulusan yang ditunggu.

Diantaranya;
- Dilulusan dari Sekolah dengan nilai yang terbaik..
- Dipermudah masuk PTN dengan jalur pilihan,
- Diluluskan pada PTN yang di inginkan. dan
- kurus

Apakah terealisasikan?

1. Diluluskan dari sekolah dengan nilai yang terbaik.

Mungkin terlalu tinggi hayalan untuk Aku yang pemalas, terutama pemalas dalam hal membaca. Padahal, nilai bagi aku penting dengan persepsi tentang penilaian etos kerja selama satu semester. pengevaluasian tentang bagaimana aku melangkah sejauh ini.

Tentang nilai, Alhamdulillah terbaik:). Terbaik yang kumaksud disini emang benar-benar terbaik untuk diri sendiri yang Allah kasih, terbaik sesuai Etos kerja yang udah dimaksimalkan. Iya, terbaik untuk diri sendiri.

Alhamdulillah, dengan nilai yang bisa dibilang tinggi juga tidak - rendah juga tidak. Bisa masuk dalam 50% daftar peserta SNMPTN yang memang mengacu pada nilai saat itu. Meski pada akhirnya pun "Tidak lulus" heheh setidaknya nilaiku pernah bersaing di kancah nasional wkwkwk

Apapun itu, itu yang terbaik.
I think, resolusi diluluskan dari sekolah dengan nilai terbaik; Tercapai.

2. Dipermudah masuk PTN dengan jalur dan jurusan pilihan.

Berbicara tentang 'Mudah' mungkin semua punya porsi yang berbeda-beda. Dariku, proses menuju PTN (Perguruan Tinggi Negri) ini cukup mengguncang batin kala itu. ditambah aku adalah orang yang mudah untuk hujan seketika, hujan ketika petir yang takterduga menyambar gelombang dilaut.

Problem ku banyak prihal tentang ini, mulai dari gagal nya aku pada jalur SNMPTN hingga berhasilnya aku pada jalur SBMPTN. Dan lulus di SBMPTN inipun juga karna keberuntungan dan pertolongan Allah agar aku tidak remuk di kali kedua. Pun aku percaya, yang Allah amanahkan benar-benar yang terbaik.

Mungkin Kawan-kawan penasaran tentang cerita keberuntungan atas kelulusan yang kumaksud. sudah ku utarakan pada blog yang kubuat beberapa bulan yang lalu dengan judul "Yang Pintar bisa jadi kalah dengan yang beruntung". Silahkan di baca.

"Terguncang" yang ku paparkan; bagaimana tidak. Pertama, prihal jalur masuk (SNMPTN) yang sempat meretakkan harapan saat itu, menguras semua kantung air yang ada dibalik mata wkwk. kedua, tidak lulus nya pada pilihan PTN dan jurusan yang menjadi impian. Dimana dengan pilihan 2 Universitas dan 3 jurusan. Universitas Negeri Padang dengan Jurusan Sastra Bahasa Inggris dan Ilmu Perpustakaan, lalu pada Universitas Riau dengan Jurusan Hubungan Internasional. Namun, hehehe:")

Ketika membangun kembali mimpi dengan jalur masuk (SBMPTN), dengan mengubah pilihan menjadi Universitas Riau dengan jurusan Ilmu Komunikasi, dan Universitas Negri Padang dengan Jurusan Sastra Bahasa Inggris. Dengan izin Allah aku lulus di Universitas Riau dengan Jurusan Ilmu Komunikasi.

Gapernah kebayang bakal ada di jurusan ini hehe, tapi karna Allah yang paling memahami aku, Allah tau aku masih sangat buruk dalam hal berkomunikasi, Allah tuntun untuk terjun dan belajar dalam jurusan Ilmu Komunikasi. Tidak masalah, impian lalu ku biarkan untuk berlalu, jurusan ini cukup menyenangkan, and I know, i believe; ini yang terbaik untuk seorang Ulfadilah.

Resolusi tentang 'Dipermudah masuk PTN dengan jalur dan jurusan pilihan'. Tidak tercapai.

3. Diluluskan pada PTN yang di inginkan.

Malu mau diceritakan, aku adalah gadis yang tinggal di sebuah pulau di ujung Riau. Waktu tempuh untuk ke Provinsi saja menghabiskan waktu belasan Jam lamanya. Dan seorang gadis pulau ini pernah memimpikan untuk berkuliah di UPI Bandung (Universitas Pendidikan Indonesia). karna yang ku kejar itu alam Bandung nya, ku fikir aku akan senang disana. Biasalah pemikiran anak SMA semester akhir yang sudah depresi berat sama banyaknya ujian sekolah, jadi terpengaruh sama indahnya Bandung dan bagusnya UPI.
Tapi tidak ada pembatasan mimpi sejatinya, semua berhak untuk melangit. seperti yang dikatakan Anies Baswedan "Lokasi lahir boleh dimana saja, tapi lokasi mimpi harus di langit"
jadi jangan ada yang surut semangatnya, jika niat yang kuat jalan pasti ada. masalahku disini aku hanya mengejar indah nya Bandung dan Bagusnya UPI, sedang sungguh terhadap ilmu yang akan didapat sebenarnya takterfikirikan, itu yang tidak bagus disini.

Aku juga pernah memipikan untuk masuk di PTN Universitas Negri Padang. sangaaaaatt ingin sekali, sampai rela tidak bilang ke orang tua kalau aku ambil pilihan PTN ke UNP. karna aku tauuu orangtua bakal tidak mengizinkan akan itu sebab satu dua hal. mungkin juga menjadi faktor kenapa aku tidak lulus di jalur masuk dan jurusan pilihan di PTN UNP ini, karna tidak ada restu orangtua. Pembelajaran yaa:)) Dan sama seperti mimpi yang tak tercapai, aku biarkan berlalu, tapi akan kusinggahi pada saatnya nanti; InsyaaAllah-

Dan takdirnya ternyata di Universitas Riau. fakta dibalik PTN ini adalah Universitas yang pernah tidak aku inginkan. sombong yaa Astagfirullah, ntah fikiran apa kemarin tu, padahal ribuan orang ingin masuk di Universitas Riau. dan ternyata aku sendiri kewalahan menyesuaikan sistem perkuliahan, padahal masih di Provinsi sendiri. seandainya misal aku masuk PTN di atas mungkin akan lebih sulit dari yang sudah dirasakan. itulah Maha Baiknya Allah, diberi keputusan yang mungkin pernah memilukan atas aku. Tapi cakrawalaku melihat, sungguh hikmah nya besar.

Resolusi tentang Diluluskan pada PTN yang di inginkan. Tidak tercapai.

4. Kurus

Sungguh, ini menjadi pengharapan besar di 2018. tapi sayang, kau lihat saja aku hingga sekarang ehehe:))

Pernah, pernah usaha. mungkin teman terdekatku mengetahui hal apa yang sudah kuupayakan. tapi sayang, kembali lihat saja aku hingga sekarang.

Proses yang mungkin salah aku lakuin. sampai untuk pertama kalinya, 'magh' menghampiri wkwk. sampai untuk pertama kalinya 'sakit kepala' datang setiap hari hingga 1,5 bulan lamanya. sampai untuk pertama kalinya program penurunan dengan hasil kenaikan yang terjadi. ahahaha

I dont know what i do. aku udah cobaaa. udah lakuin yang dibisaa tapiii yassalam. aku milih udah, ga pasrah sih, tapi ke yang nikmatin dulu yang sekarang. Gada yang salah prihal pengurusan. tapi cara aku yang salah sebenarnya. keknya 2019 resolusi ini bakal di kuatin lagi dengan tahap yang di anjurkan,-
doakan yaaa ehehe:))

Resolusi Kurus?. you Know laaa ndak:' -Tidak tercapai.

--------------

Jadi disini aku simpulin, 4 Resolusi terbesar aku di tahun 2018 hanya 1 yang tercapai. hanya 25/100.

Terlepas tentang perencanaan yang taktercapai, hendak harus disadari bahwa takdir dari perencanaan sempurna hanyalah milikNya.

Malah, yang aku dapatkan di 2018 itu banyak sekali, pengalaman hebat, proses pencarian jati diri, peneropongan dunia, penapakan jalan hidup dan pertemuan dengan banyak orang-orang baik:)

Sudah 2019, Mari Susun tujuan, mari giatkan do'a pun usaha agar tujuan teman-teman di lancarkan penggapaiannya dengan Izin Allah.

Sebab sejatinya, "Allah akan memberi yang kita Butuhkan, bukan yang kita Inginkan"

Syukur Alhamdulillah.

#2019haruslebihbaik

Komentar

  1. Yapp.. Harapan terakhir juga menjadi harapan ku yang tak terealisasikan, tapi terlepas dari itu ada satu harapan lebih tepatnya hadiah dari tuhan buat aku, yaitu ketemu makhluk2 ajaib yang sejiwa dan sepemikiran denganku, dan kamu masih menjadi salah satunya๐Ÿ˜‚๐Ÿ’•

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2019 masih panjang, hayuukkk semangatttt . mari kita realisasikan harapan yang tertunda ituu bersamaaa wkwk . btw siapaaa yaa??๐Ÿ˜‚

      Hapus

Posting Komentar