Yang Pintar Bisa Jadi Kalah Sama Yang Beruntung
Pepatah atau sekedar kata penyemangat yang sering saya dengar. Terhitung sejak saya menginjak bangku SMA kelas akhir semester 2 dimana saat puncaknya untuk memutuskan langkah yang harus diambil demi kelanjutan masa depan. seperti dimana akan berada, berjuang, menuntut ilmu, bekerja keras setelah tamat dari bangku sekolah yang disering disebut banyak khalayak adalah zona terindah (SMA), termaksud saya.
Ada baiknya perkenalan dulu, Saya Ulfadilah, Kelahiran Pulaukijang 25Desember2000, masih muda, masih 17 tahun hanya saja tubuh dan wajah sudah takseirama. Saya baru saja tamat dari bangku sekolah SMA di bulan Mei lalu. Dan sekarang syukur Alhamdulillah Saya diterima untuk melanjutkan pendidikan di Universitas terbaik yang ada di Riau melalui jalur SBMPTN setelah jalur SNMPTN yang gagal saya tembus. Tepatnya di "Universitas Riau, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Jurusan Ilmu Komunikasi"
Mula-mula Saya sudah menggenggam sebuah angan yang sangat terimpikan, yaitu melanjutkan perguruan tinggi di UPI Bandung, siapa yang taktahu Universitas tersebut. Saya teramat mendambakan, selain Universitas yang tak diragukan Kwalitasnya, UPI juga menyajikan banyak hal yang membuat saya tertarik untuk menuntut ilmu disana. Tapi sayang, impian hanya sekedar impian. suatu ketika, seorang guru matematika saya menanyakan tentang dimana berkeinginan melanjutkan pendidikan. lantas saya jawab dengan jujur, "Saya Inginkan UPI, Bu" sepontan saya lihat wajah beliau berubah, beliau katakan dengan mimik yang berubah lesu "Itu salah satu Universitas terbaik di Bandung dil, susah bisa masuk ke situ, lagipun harus nilai yang bagus biar bisa jabol. SNMPTN ini untuk satu Indonesia kan ya, sayang nak buang kesempatan untuk Universitas lain yang mungkin kamu bisa lulus disitu" seketika saya terdiam, terenyuh, seperti ada yang retak di bagian sebelah jantung. saya tahu, beliau berkata seperti itu agar saya tak sakit lebih dalam di kemudian hari, agar saya bisa menyusun dengan matang impian yang sekiranya mampu saya gapai. sebab saya pun tahu, Nilai akademik saya tak bisa mendukung untuk masuk di Universitas yang terimpikan itu. "Iya Bu, nanti Dila pikirkan lagi"
saya berjalan pulang, hari terik saat itu, pipi tak terasa telah basah. air mata saya sepertinya terlalu mudah jatuh, tapi saat itu sakit memang sakit, sebab harus memutuskan mengubur angan demi yang labih meyakinkan.
Esoknya, saya berkunjung ke ruang BK yang memang adalah tempat yang wajib di datangi setiap hari, entah mengapa merasa yang takbisa saya ungkapkan kepada yang lain mampu saya untaikan dengan lepas. kepada Beliau, Ibu Guru BK, Dewi Kurnia namanya.
Dari beliau saya dapatkan gagasan kata pembuka mata bahwasan nya "Kwalitas diri adalah yang utama, takpeduli dimanapun kaki memijakan tanah Universitas, jika bersungguh pasti akan gemilang- Dk"
I think that's a right, mungkin sekarang memang saya takbisa belajar disana, tapi siapa yang tau bisa jadi nanti saya yang mengajar disana, bukan? "Saya Akan Gemilang, Bu"
Lupakan soal UPI
Penentuan jurusan jalur SNMPTN harinya telah tiba, dengan pilihan 2 Universitas dan 3 jurusan saya putuskan untuk memilih pada Universitas Negeri Padang dengan Jurusan Sastra Bahasa Inggris dan Ilmu Perpustakaan, lalu pada Universitas Riau dengan Jurusan Hubungan Internasional. Dengan harap agar kali ini keputusan saya tepat, agar kali ini pemilihan nya benar. saya bertemu kembali dengan Ibu Dewi , maksudnya untuk sekedar meyakinkan pilihan yang saya ambil ini. proses nya berat, mulai dari memantapkan pilihan kembali, mencoba yakin dengan keputusan sendiri, menghadapi persaingan se-universitas yang sama bahkan se-jurusan, hingga memberanikan diri tetap maju meski dengan nilai akademik yang lebih rendah dari saingan. "Ada yang lebih gila dari saya?" saya pikir begitu saat itu. Ibu Bk tahu bahwa saya saat itu hampir setengah putus asa, namun beliau takber putus asa untuk meyakin kan saya dengan mengatakan bahwa "Yang Pintar Bisa Jadi Kalah Sama Yang Beruntung" sebuah kalimat yang menjadi pemicu harap lagi, pemicu keyakinan lagi, saya coba karna saya rasa tak ada yang tak mungkin. Seperti ucapan beliau yang sering disampaikan pada saya "Kalau Tidak Mencoba Sekarang Maka Tidak Akan Tahu Selamanya", maka itu saya beranikan diri, bahwa "Saya lah Orang yang Beruntung itu nanti, Bu"
Selasa, 17 April 2018 Hari Pengumuman SNMPTN tiba, tepat di hari Pesta Perpisahan saya di SMA dan tepat di hari Ulang Tahun Ibu Motivator saya, Ibu Dewi Kurnia. 2 hari sebelum hari itu tiba saya tanyakan pada beliau "Ibu inginkan kado apa dari dila?" dengan haru saya dapatkan balasan "Ibu mau kado berita kelulusan SNMPTN dila aja nanti" tidak tahu mau bilang apa, dengan hati yang tergetar saya meng Aamiin kan balasan itu. namun sayang hari H Saya tidak Lulus. Tulisan hijau tak saya temukan di laman tersebut, hanya tulisan merah yang mampu membuat hati seperti patah yang parah, harapan seperti telah lenyap, remuk teramat remuk saat itu. Pikiran seakan sudah buntu, seperti orang yang tidak waras hari itu. orang tua saya terus menenangkan "sudah, bukan rezeki mau gimanalagi". saya tarik nafas yang panjang, dengan mata yang sudah membengkak saya bangkit dari tempat tidur menuju rumah Ibu Dewi kurnia ingin memastikan apakah nama saya memang tidak terdaftar di salah satu siswa lulus SNMPTN, ternyata Nihil."Yang sabar, coba lagi Tes SBMPTN, Inshaa Allah kali ini dila lulus" Tes? fikirku. Tes pasti butuh kepintaran bukan? sedangkan saya sudah tahu sampai dimana kemampuan saya, saya tidak yakin akan berhasil . tapi tetap Ibu tidak nyerah atas saya, sekali lagi Beliau katakan "Yang Pintar Bisa Jadi Kalah Sama Yang Beruntung".
Mashaa Allah, saya Tes!
Selasa, 08 Mei 2018 saya Tes SBMPTN di Universitas Muhammadiyah Riau. Pilihan Jurusan saya ganti menjadi "Universitas Riau dengan Jurusan Ilmu Komunikasi" dan "Universitas Negeri Padang dengan jurusan Sastra Bahasa Inggris".
kalian tahu kawan, ujian tes terbagi dua, yaitu ujian Tes TPA kemudian ujian Tes Shosum. untuk lebih jelasnya silahkan cari di google maksud dari setiap ujian tersebut. Jumlah Soal TPA 90 butir dengan waktu 105 menit dan Soshum 60 butir dengan waktu 75 menit . Jantung saat itu takbisa di ajak kompromi, ia berdegup dengan kencang sepanjang Tes, ujian pertama adalah ujian TPA dari jam 10.45 -12.00 dengan soal gabungan dari Kelogikaan, Matematika, Bahasa Indonesa, dan Bahasa Inggris. namun sayang, 90 soal tak penuh terisi, saya kehabisan waktu, soal matematika tak terIsi satupun. karna memang saya lemah di matematika. kertas Tes diambil pengawas, saya hanya bisa pasrah. duduk di koridor depan kelas menunggu Tes selanjutnya berselang waktu 1 jam 15 menit saya nangis sendiri wkwk.
saya sudah pasrah, terbayang sudah saya takmungkin lulus dengan mengandalkan Isi dari Tes seperti tadi. saya tarik panjang nafas, ujian tes kedua berlangsung dengan lancar meski soal IPS semua yang keluar sebab Soshum, yang saya tahu saya isi, yang tidak tahu tetap saya isi. sebab menyesal pada kesalahan yang sama itu menyakitkan
"Yang Pintar Bisa Jadi Kalah Sama Yang Beruntung"
Hanya itu yang ada di fikiran saya, saya tak putus harap meski dengan isi Tes SBMPTN yang amat mengesalkan.
saya terus menguatkan diri pun menenangkan, sebab takada yang tahu kegelisahan saya, nge batin hingga hampir 2 sebulan lamanya pun cuman bisa berdoa "YaAllah, jadikan saya orang yang Beruntung" terus menerus tiada henti sampai pengumuman SBMPTN 3 juli 2018 tiba.
Dan Alhamdulillah-
Tulisan Merah seperti Laman Pengumuman SNMPTN lalu tak saya temukan di Pengumuman SBMPTN ini
Saya Lulus, "Universitas Riau, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Jurusan Ilmu Komunikasi"
siapa yang sangka? Allah punya kehendak, Bukan?
Lulus di ambang antara kepasrahan dan pengharapan, tidak ada yang mustahil. Sebab Jika meminta kepadaNya, pasti Allah beri😇
"Syukur Alhamdulillah, Allah berikan nikmat yang begitu besar, Allah beritahu bahwa keputusasaan tidakakan ada hasilnya, Berharaplah, tapi hanya kepada-NYA, jadikan Allah sebagai tongkat bangkit mu, karna tidak Ada yang tidak mungkin bagi Allah Ta'la"
Terimakasih Banyak kepada
Allah SWT
Kedua Orang Tua
Ibu Motivator (Ibu Dewi Kurnia)
Ibu Fasmi
Sahabat Juang (Nurbani)
2 Si Kakak Baik penunjang SBMPTN
(Hermayana Idris)
(Mujawaroh Annafi)
Tim Penyemangat nya kak didil
Seluruh IPPMR
(Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Reteh, Pekanbaru)
"Semoga Allah senantiasa memberi kenikmatan, kesehatan, keberkahan pun keberuntungan. semoga segala kebaikan digantikan dengan rezeki yang melimpah, Aamiin Allahumma Aamiin"
Maaf jika tulisan ini tidak ber Aturan, semoga dapat dipahami dan di ambil pembelajaran. sebab menulis sesuatu yang amat berkesan itu tidak mudah kawan, ia tersimpan sendiri diruang memori dengan rapi. Saya tuliskan agar kawan bisa memahami bahwa "Tidak ada salahnya berharap yang baik setelah tahu kemungkinan buruk yang akan terjadi, sebab Allah menyukai Hamba yang berpegang kepada-NYA, dan Semua Mudah Bagi Allah SWT"
Komentar
Posting Komentar