IPPMR
IPPMR
(Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Reteh)
Takbanyak kata yang bisa ku persembahkan untuk IPPMR
Bukan karena ku tak ingin meluapkan rasa, namun aku yang tak pandai menyampaikan kata.
Kawan-kawan begitu mahir menuliskan kata-kata yang mampu membuat siapapun larut dalam nya pun termaksud diriku sendiri.
Begitu lihai menintakan setiap huruf demi huruf sehingga menjadi melodi indah dalam setiap sajak tulisannya.
Lalu, Hanya aku yang tak mampu rasanya untuk berkata-kata apapun
Hanya aku yang sepertinya takbisa membebaskan rasa haru sebab telah dipertemukan dengan kamu IPPMR.
Sebuah Wadah Pemersatu Insan-insan yang hampir pupus harapannya akan sebuah impian diatas pendidikan.
Wadah dimana harapan dan impian kembali tertata menjulang sedikit demi sedikit.
Wadah dimana semangat akan juang pada tujuan di asupkan terus menerus dengan tidak kenal lelah.
Wadah dimana aku mampu melihat ketulusan dalam hal memberi dan menyayangi bak sebuah keluarga.
Padahal semulanya, kau dan aku tak pernah saling tahu pun kenal.
Padahal semulanya, fikir ku tak ingin sama sekali mengenal akan kamu (IPPMR),
Pun semulanya, retaknya impian ku bukan semestinya peduli mu
Tapi bagaimana bisa kau hadir menjadi segemercik cahaya terang penunjang harapan baru? Jujur dengan segenap raga yang ku punya, sejak hari dimana kuberanikan diri datang kepadamu, meninggalkan ayah ibuku di kampung, dengan segenggam pilu yang kupunya sebab pupus nya harapan ku pada satu jalur yang paling ku nanti, kau menyambutku dengan senyuman termanismu, kemudian kau ulurkan tangan, dekap. Ketahuilah, seketika itu aku merasakan bagaimana harapanku kembali, merasakan bagaimana impian ku mekar kembali. dan aku jatuh hati saat itu juga.
Disetiap hari, di tiga kali waktu kau kutemui. kaki ku melangkah pada mu dengan segala harap yang mulai tajam kembali, memantapkan diri bersamamu kurasa lebih hebat.
Aku tak tahu bagaimana hasil ku nanti, berhasil atau tidaknya kuserahkan pada Allah Swt, yang ku tahu kaulah yang menjadi saksi bisu ku, setidaknya aku pernah berjuang bersamamu setelah remuk di waktu lalu .
Terimakasih banyak IPPMR. Kata Terimakasih yang rasanya tak pernah cukup untuk ku untaikan. Mungkin kau akan bosan akan kata "Terimakasih" ku, maka sudahlah, jangan kau dengarkan lagi. Biar saja kusampaikan Terimakasih ini Pada Allah agar hanya Dia yang mendengar. Ku yakin Allah pun akan membahagia kan mu seperti bahagia nya aku yang telah dibangkitkan oleh kamu setelah jatuh ku dihari kemarin.
IPPMR, Jangan sungkan memanggilku kembali kpada mu di suatu hari nanti, ketahuilah, aku akan teramat senang hati . Bahkan, jikapun aku tak kau harapkan kedatangan nya, aku akan tetap datang lagi.
Terimakasih Banyak IPPMR😇
Ulfadilah
si wanita yang tak kurus di masa itu
Komentar
Posting Komentar